‎‎PERMALA Jakarta : Bongkar Dugaan Korupsi Rekrutmen Honorer Kota Metro! Desak MABES POLRI Ambil Alih Kasus Tersebut dan Evaluasi Jajaran Polda Lampung‎ Media Rilisan Bangsa.com ‎Jakarta,9/4/2026 – Persatuan Mahasiswa Lampung Jakarta (PERMALA JAKARTA) menyatakan sikap keras dan tanpa kompromi terhadap dugaan praktik korupsi dalam proses rekrutmen tenaga honorer di Kota Metro yang diduga terjadi saat Welly Adiwantra menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Metro, dan kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah.

‎Dugaan ini merupakan tamparan keras bagi integritas birokrasi di Lampung. Rekrutmen yang seharusnya menjunjung tinggi asas meritokrasi dan keadilan, justru diduga menjadi ruang praktik kotor yang mencederai kepercayaan publik dan merampas hak masyarakat.

‎Lebih jauh, kamu menilai penanganan kasus ini oleh aparat penegak hukum di daerah berjalan lamban dan tidak menunjukkan keseriusan yang memadai. Kondisi ini memunculkan kecurigaan kuat di tengah publik akan adanya dugaan pembiaran, konflik kepentingan, hingga potensi intervensi politik dalam proses penegakan hukum.

‎Atas dasar itu, Permala Jakarta menyatakan sikap tegas:

‎1. Mendesak Mabes Polri untuk segera TURUN GUNUNG dan mengambil alih penanganan kasus ini demi menjamin independensi, transparansi, dan profesionalitas penegakan hukum.

‎2. Mendesak BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembagunan) Provinsi Lampung cepat mengeluarkan hasil audit kasus rekrutmen tenaga honorer Kota Metro, serta menelusuri secara serius dugaan keterlibatan pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk Welly Adiwantra, sesuai dengan hukum yang berlaku.

‎3. Mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, cepat, dan terbuka kepada publik, serta tidak ragu menindak siapapun yang terbukti terlibat.

‎4. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolda Lampung, karena kami menilai penanganan kasus ini tidak menunjukkan keseriusan dan ketegasan yang diharapkan, sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

‎Ahmad Sopian menegaskan bahwa praktik korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Ketika hukum terlihat lamban dan tumpul ke atas, maka kepercayaan publik berada di titik krisis.

‎Kami memperingatkan:
‎Jika aparat penegak hukum tidak segera menunjukkan langkah konkret dan transparan, maka kecurigaan publik terhadap adanya “kongkalikong” dan intervensi politik akan semakin menguat. Ujar Ahmad Sopian

‎Permala Jakarta tidak akan tinggal diam.
‎Kami siap mengawal, menekan, dan mengonsolidasikan gerakan hingga kasus ini dibongkar secara terang benderang. (Red)

‎Hidup Mahasiswa
‎Lawan Korupsi!
‎Hidup Rakyat Indonesia!

  • Related Posts

    Anggaran umroh di pertanyakan kepala kesra bandar bungkam

    Media Rilisan Bangsa.com,- Bandar Lampung – Polemik penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan umrah di Kota Bandar Lampung menuai perhatian publik. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) mempertanyakan alokasi dana yang dinilai tidak…

    Menanggapi Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Terkait Kasus Tata Kelola Minyak Mentah*

    Jakarta, 28 Januari 2026 Ketua 78 Foundation, Relly Reagen, menyampaikan bantahan tegas atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta agar Presiden Joko Widodo diperiksa dalam dugaan kasus korupsi tata…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *